Written by at March 21, 2020
MPASITips & Trik

Ibu, Ini 9 Nutrisi Bayi yang Wajib Dipenuhi Pada Usia Emas Si Kecil

Memiliki anak yang cerdas dan terampil adalah dambaan setiap orang tua. Oleh karena itu, orang tua perlu menyadari pentingnya kebutuhan nutrisi bayi untuk mendukung perkembangan anak. Perlu diketahui, usia 1-5 tahun disebut sebagai usia emas si kecil, dimana otak anak akan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.

 

Ketika menginjak usia 6 bulan, ASI bukan lagi menjadi satu-satunya sumber makanan untuk bayi. Diperlukan makanan pendamping ASI guna memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Dengan menyadari bahwa perkembangan anak dimulai sejak dini, maka salah satu cara untuk memaksimalkan perkembangannya adalah dengan cara memberikan dukungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan anak.

 

Pemenuhan asupan gizi dan nutrisi si kecil harus mulai diperhatikan sejak ia dilahirkan hingga setidaknya berusia 5 tahun. Sebab, periode inilah yang dikenal dengan usia emas tumbuh kembang si kecil. Pada periode ini, terjadi proses tumbuh kembang yang sangat cepat dan tidak akan terjadi pada periode usia selanjutnya.

 

Oleh karena itu, asupan nutrisi bergizi yang cukup dan berkualitas akan sangat menunjang tumbuh kembang si kecil pada usia emasnya. Apa saja nutrisi bayi yang penting dan wajib dipenuhi pada usia emas si kecil? Simak ulasannya berikut ini.

 

Ini nutrisi bayi yang wajib dipenuhi pada usia emas si kecil

Nutrisi Bayi yang Wajib Dipenuhi
Nutrisi Bayi yang Wajib Dipenuhi Pada Usia Emas Si Kecil. (Foto: Pixabay)

1. Asam lemak esensial (Omega 3 & 6)

Asam lemak omega 3 (asam alfa-linolenat) dan omega 6 (asam linoleat) sangat dibutuhkan untuk mendukung proses berpikir si kecil. Sumber makanan yang mengandung omega 3 dan omega 6 antara lain, ikan sarden, tongkol, tuna, salmon, kerang, udang, kacang kenari, hingga minyak zaitun.

 

2. Zat besi

Zat besi penting dalam menjaga dan meningkatkan aktivitas saraf si kecil. Selain itu, zat besi juga dapat membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf. Sumber makanan yang mengandung zat besi antara lain, daging sapi, daging kambing, sayuran hijau, serta kacang-kacangan.

 

Baca juga: Berikan Buah dan Sayur Terbaik, ini 10 Makanan Sehat untuk Bayi

 

3. Alpha-lactalbumin

Zat ini merupakan protein whey yang terdiri dari sekitar 20 persen dari total kandungan protein yang mudah dicerna. Alpha-lactalbumin dapat meningkatkan penyerapan mineral dan menstimulasi fungsi daya tahan tubuh si kecil. Sumber makanan yang mengandung alpha-lactalbumin antara lain, daging, unggas, ikan, telur, dan susu yang telah difortifikasi.

 

4. Kolin

Kolin merupakan nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan otak dan fungsi daya ingat anak. Selain itu, kolin juga dapat membantu proses komunikasi otak dengan organ-organ lain di dalam tubuh. Sumber makanan yang mengandung kolin antara lain, susu yang telah difortifikasi, yoghurt, telur, brokoli, kubis, kembang kol, tahu, dan daging sapi tanpa lemak.

 

5. Karbohidrat

Makanan berkarbohidrat merupakan sumber nutrisi yang baik untuk si kecil setiap harinya. Sumber makanan yang mengandung karbohidrat antara lain, beras merah, roti gandum, makaroni, pasta, kentang, dan kacang polong. Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, maka dapat menjaga tingkat gula darah si kecil tetap stabil serta menyediakan energi dalam jangka panjang.

 

Untuk membuat makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi, kamu bisa mencari bahan-bahan berkualitas yang diperlukan di Sayurbox. Yuk, cek produknya sekarang!

 

nutrisi bayi

 

6. Protein

Bagi anak usia dini, 10 persen tenaganya bersumber dari protein. Oleh karena itu, protein merupakan komponen nutrisi penting yang dapat membantu si kecil tumbuh aktif. Sumber makanan protein terbaik untuk si kecil antara lain, daging sapi, unggas, kuning telur, susu, dan kacang-kacangan.

 

Baca juga: Ini 5 Manfaat Alpukat untuk Bayi yang Perlu Ibu Ketahui

 

7. Zinc

Zinc bermanfaat untuk pertumbuhan dan meningkatkan pembentukan sistem imun dalam tubuh si kecil. Selain itu, zinc juga dapat mempengaruhi kepadatan tulang anak. Sumber makanan yang mengandung zinc antara lain, kuning telur, beras merah, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

 

8. Vitamin

Pada usia di bawah lima tahun, kebutuhan vitamin si kecil jauh lebih banyak dibanding orang dewasa. Vitamin sangat diperlukan dalam memproduksi energi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan juga sistem saraf.

 

Beberapa vitamin yang penting bagi si kecil antara lain, vitamin A, C, dan E yang merupakan antioksidan untuk melindungi otak dan tubuh dari racun, serta vitamin B yang membantu perkembangan fungsi otak, sistem saraf, dan metabolisme dalam tubuh.

 

Selain itu, vitamin A juga dibutuhkan untuk mendukung fungsi penglihatan, pertumbuhan tulang, dan membantu melindungi tubuh anak dari infeksi.

 

Baca juga: Butternut Pumpkin Sebagai MPASI

 

9. Mineral

Mineral yang dibutuhkan pada usia emas si kecil adalah kalsium dan magnesium. Kedua mineral tersebut berfungsi untuk menenangkan saraf dan sel otot anak. Zat besi, sebagai salah satu mineral, juga berperan dalam membawa oksigen dalam darah dan perangsangan saraf. Sumber makanan yang mengandung mineral cukup tinggi antara lain, kacang-kacangan dan roti gandum.

 

Nah, itulah sembilan nutrisi bayi penting yang wajib dipenuhi pada usia emas si kecil. Jangan lupa untuk selalu menyediakan makanan bergizi setiap harinya yang mengandung nutrisi-nutrisi di atas. Untuk membuat makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi, kamu bisa mencari bahan-bahan berkualitas yang diperlukan di Sayurbox. Yuk, cek produknya sekarang!

 

nutrisi bayi

Related Articles

Olahan Daging Sapi Anti Mainstream!

Idul Adha udah tinggal hitungan hari, Sayurfriends udah siap? Bosen banget ga sih kalau menunya sate lagi, rendang lagi, gulai lagi....

Jangan Sampai Daging Keras, Ini 5 Cara Masak Daging Biar Empuk

Daging memang cukup tricky untuk diolah. Salah langkah, daging bisa jadi keras dan alot sehingga rasanya pun tidak begitu enak. Padahal...

5 Cara Memasak Pare agar Tidak Pahit dan Rasanya Lezat

Pare umumnya dihindari oleh banyak orang karena rasanya yang pahit. Padahal di balik rasa pahitnya, pare menyimpan begitu banyak manfaat...