Written by at July 09, 2019
Manfaat Sayur dan BuahPengolahanTips & Trick

Beetroot 101: Manfaat, Nilai Gizi, dan Bonus Resep!

Beetroot on Pink Background
Photo by FOODISM360

Sayurfriends sudah kenal belum dengan Beetroot? Tanaman berwarna merah keunguan yang memiliki segudang manfaat!

Beetroot in a Nutshell

Beetroot atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan nama Umbi Bit Merah atau Buah Bit merupakan tanaman umbi yang masuk ke dalam keluarga Amaranthaceae-Chenopodiaceae, ini menjadikan beetroot satu keluarga dengan sayuran lobak dan sayuran berakar lainnya. Termasuk dari salah satu varietas Beta Vulgaris yang dibudidayakan karena dapat dikonsumsi mulai dari akar, buah, hingga daunnya. Beetroot dapat dikonsumsi mentah ataupun diolah, selain dapat dikonsumsi, beetroot juga sering digunakan sebagai pewarna makanan alami, oleh karena warnanya yang pekat. Kandungan betasianin (pigmen ungu) dan betasantin (pigmen kuning) yang terdapat pada beetroot inilah yang membuat warnanya menjadi merah gelap keunguan. Selain itu beetroot juga digunakan sebagai tumbuhan obat.

Beetroot yang memiliki warna memikat ini tergolong sebagai ‘superfood’ dikarenakan nilai gizinya yang tinggi. Menurut ahli gizi, mengkonsumsi beetroot dapat memberikan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh kita. Beetroot mengandung berbagai nutrisi penting, di antara lain; tinggi serat, folate (vitamin B9), manganese, potassium, besi, dan vitamin C.

Beetroot rendah akan kandungan kalori dan hanya memiliki sangat sedikit kadar lemak. Jadi sangat cocok dikonsumsi untuk yang ingin menurunkan berat badan 😉

Beetroot and All of Its Glory

Sayurfriends ingin tau lebih jelas lagi tentang manfaat-manfaat yang terkandung dalam umbi merah ini? Berikut beberapa manfaat utamanya:

Beetroot Slice
Image by rawpixel from Pixabay
  • Mengandung Banyak Antioksidan

Antioksidan merupakan senyawa penting yang berperan melawan radikal bebas, serta mencegah terjadinya stres oksidatif yang merusak sel-sel baik di dalam tubuh. Selain itu, antioksidan juga membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit kronis, seperti; penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

  • Detoks Alami

Tubuh manusia dapat mengeluarkan racun (detoks) sendiri secara alamiah, melalui beberapa organ tubuh yang memainkan peran sebagai organ detoksifikasi, seperti; ginjal yang menyaring darah, dan hati yang membuang racun dan zat berbahaya lainnya dari darah. Beetroot dapat meningkatkan enzim dan membantu organ detoksifikasi tersebut untuk tetap bekerja secara maksimal. Hal ini diperkuat oleh jurnal yang dipublikasikan oleh Phytotherapy Research.

  • Mencegah Hipertensi

Hasil penelitian dari Barts and London School of Medicine dan juga Peninsula Medical School membuktikan bahwa dengan mengkonsumsi jus beet dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Dikarenakan kandungan nitrat anorganik pada beetroot yang juga biasa ditemukan pada sayuran hijau. Prof. Amrita Ahluwalia dari Barts and London School of Medicine mengatakan, minum jus beetroot dan sayuran lain yang kaya akan kandungan nitrat akan memelihara kesehatan jantung.

Beetroot Juice
Image by ExplorerBob from Pixabay
  • Meningkatkan Stamina

Penelitian dari University Exter di Inggris menyatakan, minum jus beet dapat meningkatkan hingga 16% stamina, karena kandungan nitrat pada beetroot telah terbukti dapat membantu sel-sel dalam tubuh memproduksi energi lebih baik, sehingga dapat meningkatkan performa. Hal ini menjadikan beetroot sebagai salah satu makanan favorit para atlet, karena beetroot juga membantu mengurangi pembakaran oksigen pada saat olahraga, sehingga rasa lelah pun dapat berkurang. Didukung dengan sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2011 yang menemukan bahwa mengkonsumsi jus beet secara rutin dapat meningkatkan tenaga dan stamina seseorang menjadi 2,8 persen lebih banyak.

  • Mencegah Anemia

Kandungan zat besi yang cukup tinggi pada beetroot berperan dalam meregenerasi sel darah merah serta menyuplai oksigen untuk sel-sel darah merah.

  • Menekan Berbagai Masalah Pencernaan

Beetroot mengandung serat yang tinggi, dalam 100 gr beetroot mentah tersedia 2,8 gr serat. Serat berfungsi membantu makanan bergerak melalui usus cerna, dan juga melunakkan feses, sehingga membantu buang air besar lebih nyaman dan teratur. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan serat dalam beetroot dapat membantu dan melindungi dari penyakit pencernaan seperti; infeksi pada usus, wasir, dan GERD (asam lambung).

  • Tinggi Nilai Gizi dan Rendah Kalori

Selain memiliki kandungan nilai gizi dan serat yang tinggi, beetroot rendah akan kalori. Dalam 100 gr beetroot, mengandung nilai gizi sebagai berikut;

  • 43 kalori
  • 88% air
  • 1.6 gr protein
  • 9.6 gr karbohidrat
  • 6.8 gr gula
  • 2.8 gr serat
  • 0.2 gr lemak

Beet Greens

Tidak hanya akar dan buahnya yang padat nutrisi, daun beetroot juga sangat baik untuk dikonsumsi. Daun beetroot diketahui mengandung nutrisi penting seperti protein, fosfor, seng, serat, vitamin B6, magnesium, potassium, dan tembaga. Selain itu, daunnya juga mengandung sejumlah besar vitamin A, vitamin C, kalsium, dan zat besi. Bahkan kandungan zat besi pada daun beetroot lebih tinggi dibanding bayam (dan sayuran hijau dalam keluarga botani yang sama lainnya).

Beberapa manfaat baik dari mengkonsumsi daun beetroot:

  • Mencegah osteoporosis dengan meningkatkan kekuatan tulang
  • Mencegah dan melawan penyakit Alzheimer
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan merangsang produksi antibodi dan sel darah putih
Beet Greens
Photo by Heather Barnes

Eat Beet

Beetroot dapat dinikmati dengan berbagai macam cara, mulai dari dijus, dijadikan acar, dikukus, dipanggang, direbus, bahkan dimakan tanpa diolah sebelumnya.

Berikut beberapa tips untuk memasukkan Beetroot ke dalam asupan harian Sayurfriends:

  • Jus beet, kupas kulit beetroot dan campurkan dengan jeruk, nanas atau apel, lemon, jahe, dan daun mint. Blender dan saring. Nikmati dingin.
  • Salad, iris beetroot mentah dan tambahkan ke dalam salad favoritmu.
  • Toast, panggang beetroot dan jadikan sebagai topping pelengkap toast sarapanmu. 

Masih ingin tau cara lain menikmati umbi dengan warna yang cantik ini? Sayurteam sudah mempersiapkan beberapa resep mudah yang bisa dikreasikan sendiri di rumah!

Berry-Beet Salad

Bahan-bahan:

  • Satu buah beetroot merah
  • ½ cup stroberi segar
  • ½ cup raspberry segar
  • ½ cup blackberry segar
  • 4 cup sayuran hijau mix
  • 3 sdm kacang kenari iris (panggang)
  • ¼ cup balsamic vinegar
  • 2 sdm minyak kenari
  • 1 sdm madu
  • 1 sdm basil segar, diiris tipis
  • 1 buah bawang merah, diiris tipis
  • 1 ons goat cheese (bisa diganti dengan feta cheese)
  • Garam dan lada secukupnya

Cara Pembuatan:

  • Panggang beetroot merah pada suhu 304°C selama 30-40 menit, atau hingga lunak.
  • Siapkan saus dressing pada mangkuk kecil, campurkan balsamic vinegar, minyak kenari, madu, garam, dan lada lalu kocok hingga menyatu.
  • Setelah beetroot siap panggang, biarkan dingin, kupas kulitnya, lalu potong tipis.
  • Pada wadah besar, campurkan beetroot, stroberi, raspberry, blackberry, dan irisan bawang merah. Tambahkan dressing dan aduk perlahan hingga menyatu dengan bahan lainnya.
  • Bagi sayuran hijau ke 4 piring saji, tambahkan campuran beetroot diatasnya, dan tuang irisan basil dan keju sebagai sentuhan akhir.

[source: tasteofhome.com]

Cherry Lime Red Beet Smoothie

Bahan-bahan:

  • 450 gr buah ceri yang sudah dibuang tangkainya
  • Perasan jeruk nipis (1 atau 2 buah)
  • 75 gr beetroot merah mentah, dipotong dadu
  • 240 ml almond milk (bisa diganti dengan susu rendah lemak)
  • Es batu secukupnya
  • Irisan jeruk nipis untuk garnish

Cara pembuatan:

  • Blender semua bahan sampai halus, sajikan dalam gelas dan hiasi dengan irisan jeruk nipis.

[source: healthynibblesandbits.com]

Pickled Beet

Bahan-bahan:

  • 8 buah beetroot ukuran sedang
  • 1 gelas cuka sari apel
  • ½ gelas gula pasir
  • 1 – ½ cengkeh
  • 1 – ½ allspice (dapat diganti dengan kombinasi ½ sdt kayu manis bubuk + ½ sdt pala bubuk)
  • ½ sdt garam

Cara Pembuatan:

  • Cuci beetroot hingga bersih dan pastikan sisa tanahnya hilang (gunakan sikat sayuran jika perlu). Buang batang dan daunnya.
  • Rebus beetroot dalam panci berukuran sedang hingga menididih, lalu kecilkan api dan tutup. Biarkan beetroot terus direbus selama 25 hingga 30 menit.
  • Setelah beetroot lunak, biarkan dingin, kupas kulitnya.
  • Potong beetroot utuh menjadi empat bagian (potong dadu) atau bisa juga diiris tipis. Lalu tempatkan beetroot yang telah dipotong dalam toples kaca.
  • Tambahkan cuka, gula, cengkeh, allspice, dan garam untuk membuat cairan acar. Didihkan pada panci kecil, aduk sesekali, dan biarkan dimasak selama +/- 5 menit
  • Tuang cairan acar yang sudah dingin ke dalam toples kaca berisi beetroot, aduk agar mengenai semua sisi potongan beetroot.
  • Masukkan ke dalam lemari pendingin dan diamkan selama satu minggu.
  • Acar dapat bertahan hingga tiga bulan.

[source: tasteofhome.com]

Buy Beet Tricks

Ketika memilih beetroot, pastikan beetroot berwarna cerah, merah keunguan, dan keras saat dipegang, tidak memar ataupun lunak. Tanaman ini tidak memiliki bercak atau noda pada permukaannya, warnanya cerah, dengan akar yang masih utuh. Hindari beetroot yang akarnya berambut, ini menandakan beetroot sudah tua dan keras. Untuk memastikan kesegarannya, pilihlah beetroot yang masih memiliki daunnya, karena daunnya pun dapat dikonsumsi, sehingga dapat digunakan dalam resep masakan lainnya.

Untuk lebih mudahnya lagi, Sayurfriends bisa langsung membeli beetroot di Sayurbox, dipastikan segar karena baru dipanen, dan langsung diantar sampai depan rumah! Klik, panen, kirim.

Related Articles

Mengenal Sea Grapes dan Manfaatnya

Ada yang pernah mendengar Sea Grapes? Kalau belum, mungkin pernah dengar Umibudo juga? Atau belum juga? Tenang, hari ini kita akan mengenal...

3 Resep Mudah dengan Kabocha

Udah tau kan Kabocha? Labu jepang dengan 2 warna ituloh, Hijau dan juga Orange. Biasanya orang nyari Labu buat diolah menjadi desert, tapi...

Apa itu Quinoa, Manfaat & Cara Mengolah!

Buat teman-teman yang sedang mengusung resolusi 2020 untuk diet dan hidup lebih sehat, harus membaca tulisan kali ini. Sebelumnya kita...

Post Comment