Written by at July 05, 2019
InspirasiKisah Petani

Petani Asam Keranji di Baduy Dalam

Kalau berbicara tentang Petani Indonesia engga akan ada habisnya deh. Banyak banget Petani Indonesia yang tidak terjamah bahkan hampir terlupakan. Tidak jarang Petani di daerah terpencil pun kurang diapresiasi. Seperti Petani Asam Keranji di Baduy Dalam.

Pernah dengar Baduy Dalam? Sebuah perkampungan di Banten dekat Rangkasbitung yang terdiri dari 3 desa. Baduy Dalam hidup bertani dan menghasilkan banyak hasil bumi yang digunakan untuk menopang kehidupan mereka.

petani asam keranji
Pak Idok & Rekannya dengan Amanda Cole (Sayurbox)

Tapi, tau ngga cerita dibalik Baduy Dalam?

Sebuah desa yang sangat terpencil dan menerapkan adat yang lain daripada yang lain. Baduy Dalam memegang teguh peninggalan leluhur, termasuk menjauhkan diri dari peradaban modern. Makanya kalau main-main ke Baduy Dalam akan dilarang pakai Handphone, Kamera, sampai peralatan mandi seperti sabun dan pasta gigi. Menurut kepercayaan orang Baduy Dalam, menggunakan produk yang mengandung bahan-bahan kimia dapat mengganggu keseimbangan alam dan mencemari air dan tanah yang sebagian besar digunakan untuk bertani.

Jangan heran kalau hasil bumi dari Baduy Dalam punya kualitas yang bagus karena dipanen tanpa menggunakan pestisida dan secara tradisional, yaitu menggunakan alat-alat yang mungkin sudah lama ditinggalkan masyarakat mdoern.

Dari Baduy Dalam, tim Sayurbox membawa Asam Keranji. Buah masa kecil yang juga sudah mulai dilupakan. Ternyata di Baduy Dalam dipanen meriah!

Perkenalkan bapak Idok, sang petani Asam Keranji. Salah satu petani di Baduy Dalam nih. Para petani di Baduy Dalam berasal dari desa Cibeo, desa Cibeo adalah satu dari 3 desa yang khusus menjalankan tugas pertanian.

Pak Idok memanen Asam Keranji yang sudah mulai langka buat ditemukan nih. Tapi di Baduy Dalam, Asam Keranji banyak ditemukan. Karena Baduy Dalam yang cukup jauh dari kota, engga banyak yang tau kalau Asam Keranji banyak banget! Petani Asam Keranji di Baduy Dalam seperti Pak Idok sangat terbantu perekonomiannya kalau lagi panen asam keranji.

Mengapresiasi Pak Idok berarti turut mengapresiasi Petani Indonesia yang sudah mulai dilupakan. Dengan membeli hasil panen lokal, kita turut mensejahterahkan Petani Indonesia. Masa ditanam di tanah sendiri, pakai air sendiri tapi kok dijual untuk orang lain? Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan untuk Pak Idok ya untuk siapa lagi.

Yuk bantu pak Idok biar semakin semangat panen asam keranjinya, salah satu yang membantu pak Idok dan teman-temannya adalah kamu loh.

Related Articles

Perbedaan Makanan Asian & Western

Indonesia termasuk Asia Tenggara, makanan Indonesia bagaimanapun masuk dalam kategori Asian Cuisine begitupula Vietnam, Filipina, Cina,...

Buah Eksotis Indonesia Paling Terkenal!

Indonesia adalah negara tropis yang kaya akan sumber daya alam termasuk buah. Buah-buah yang tumbuh di Indonesia sudah cocok dengan iklim...

Teknik Memasak Yang Jarang Kita Ketahui

Kalau nonton kompetisi memasak di televisi pasti suka bertanya-tanya kan mereka melakukan apa dan bagaimana. Banyak istilah yang disebutkan...

Post Comment